DAFTAR
ISI
Daftar
Isi………………………………………………………………………………………1
Kata
Pengantar………………………………………………………………………………...2
BAB
I Pendahuluan…………………………………………………………………………...3
BAB
II Pembahasan……………………………………………………………………….…..4
BAB
III Penutup………………………………………………………………………………9
1.
Kesimpulan………………………………………………………………………………….9
2.
Saran………………………………………………………………………………………...9
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah senantiasa
melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis masih diberi kesempatan
untuk menyelesaikan Makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada
Dosen Pembimbing dan teman teman yang telah memberikan dukungan
dalam meyelesaikan Makalah ini. Penulis menyadari betul sepenuhnya bahwa tanpa
bantuan diri berbagai pihak, makalah ini tidak akan terwujud dan masih jauh
dari sempurna, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis berharap
saran dan kritik demi perbaikan – perbaikan leih lanjut. Akhirnya penulis
berharap, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi yang membutuhkan.
Semarang,
11 Desember 2017
Penulis
Andika
Rahmadi Saputra
BAB I
PENDAHULUAN
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sebuah sistem yang
mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian
untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini
digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur
dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti
bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban, 2001).
SPK bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing,
memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat
melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik.
Decision Support Systems (DSS) atau system pendukung
keputusan adalah serangkaian kelas tertentu dari system informasi
terkomputerisasi yang mendukung kegiatan pengambilan keputusan bisnis dan
organisasi. Suatu DSS yang dirancang dengan benar adalah suatu system berbasis
perangkat lunak interaktif yang dimaksudkan untuk membantu para pengambil
keputusan mengkompilasi informasi yang berguna dari data mentah, dokumen,
pengetahuan pribadi, danmodel bisnis untuk mengidentifikasikan dan memecahkan
berbagai masalah dan mengambil keputusan.
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian
Sistem Pendukung Keputusan
Sistem pendukung keputusan (SPK)
adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer
termasuk sistem berbasis pengetahuan atau manajemen pengetahuan yang
dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau
perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data
menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi terstruktur yang
spesifik.
Jenis
Keputusan yang dibuat pada dasarnya dikelompokkan dalam 2 jenis, antara
lain ( Herbert A. Simon ) :
- Keputusan Terprogram
Keputusan
ini bersifat berulang dan rutin, sedemikian hingga suatu prosedur pasti telah
dibuat menanganinya sehingga keputusan tersebut tidak perlu diperlakukan
- Keputusan Tak Terprogram
Keputusan
ini bersifat baru, tidak terstruktur dan jarang konsekuen. Tidak
ada metode yang pasti untuk menangani masalah ini karena belum ada sebelumnya
atau karena sifat dan struktur persisnya tak terlihat atau rumit atau karena
begitu pentingnya sehingga memerlukan perlakuan yang sangat khusus.
KONSEP DSS
- Masalah
Terstruktur,
merupakan suatu masalah yang memiliki struktur masalah pada 3 tahap
pertama, yaitu intelijen, rancangan dan pilihan.
- Masalah
Tak Terstruktur,
merupakan masalah yang sama sekali tidak memiliki struktur pada 3 tahap
diatas.
- Masalah
Semi-Terstruktur,
merupakan masalah yang memiliki struktur hanya pada satu atau dua tahap.
ARTI
DSS
Suatu sistem yang memberikan
kontribusi terhadap para manajer untuk memberikan dukungan dalam pengambilan
keputusan.
PERAN
DSS DALAM PEMECAHAN MASALAH
DSS dapat memperluas dukungan manajer dalam pemecahan
masalah, karena DSS disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan khusus manajer.
TUJUAN DSS :
- Membantu manajer membuat
keputusan untuk memecahkan masalah
semi terstruktur.
- Mendukung penilaian manajer bukan
mencoba menggantikannya.
- Meningkatkan effektifitas pengambilan
keputusan manajer daripada efisiensinya.
Jenis-jenis
Sistem Pendukung Keputusan menurut tingkat kerumitan dan tingkat dukungan
pemecahan masalahnya adalah sebagai berikut:
- Mengambil elemen-elemen
informasi
- Menganalisa seluruh file
- Menyiapkan laporan dari
berbagai file
- Memperkirakan akibat dari
keputusan
- Mengusulkan keputusan
- Membuat keputusan
Walaupun suatu SPK, mungkin saja tidak mampu memecahkan
masalah yang dihadapai oleh pengambil keputusan, namun SPK dapat dapat menjadi
stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya, karena mampu
menyajikan berbagai alternatif pemecahan.
Teknologi
komputer sekarang ini merupakan bagian terpenting dalam dunia bisnis, dan jelas
dalam pembagaian bidang lainnya. MSS terdiri dari:
- Decision Support Systems (DSS)
- Group Support Systems (GSS)
- Executive Information Systems
(EIS)
- Expert Systems (ES)
- Artificial Neural Networks
(ANN)
- Hybrid Support Systems.
1. Decision
Support Systems (DSS)
Sistem berbasis komputer yang interaktif, yang membantu
pengambil keputusan memanfaatkan data dan model untuk menyelesaikan
masalah-masalah yang tak terstruktur. DSS resources individu-individu secara
intelek dengan kemampuan komputer untuk meningkatkan kualitas keputusan. Jadi
ini merupakan sistem pendukung yang berbasis komputer untuk manajemen
pengambilan keputusan yang berhubungan dengan masalah-masalah yang semi
terstruktur. Istilah DSS kadang digunakan untuk menggambarkan sembarang sistem
yang terkomputerisasi. DSS digunakan untuk definisi yang lebih sempit, dan
digunakan istilah MSS sebagai payung untuk menggambarkan berbagai tipe sistem
pendukung.
Mengapa
menggunakan DSS?
- Perusahaan beroperasi pada
ekonomi yang tak stabil.
- Perusahaan dihadapkan pada
kompetisi dalam dan luar negeri yang meningkat.
- Perusahaan menghadapi
peningkatan kesulitan dalam hal melacak jumlah operasi-operasi bisnis.
- Sistem komputer perusahaan tak
mendukung peningkatan tujuan perusahaan dalam hal efisiensi,
profitabilitas, dan mencari jalan masuk di pasar yang benar-benar
menguntungkan.
Alasan
mengapa perusahaan-perusahaan utama memulai DSS dalam skala besar:
- Kebutuhan akan informasi yang
akurat.
- DSS dipandang sebagai pemenang
secara organisasi.
- Kebutuhan akan informasi baru.
- Manajemen diamanahi DSS.
- Penyediaan informasi yang tepat
waktu.
- Pencapaian pengurangan biaya.
2. Group
Support Systems (GSS)
Berbagai
keputusan utama dalam organisasi dibuat oleh group secara kolektif.
Mengumpulkan keseluruhan group secara bersama dalam satu tempat dan waktu
adalah sulit dan mahal, sehingga pertemuan ini memakan waktu lama dan keputusan
yang dibuat hasilnya sedang-sedang saja, tak terlalu baik. Peningkatan kinerja
group-group tadi yang dibantu oleh teknologi Informasi ini muncul dalam
berbagai istilah, seperti: groupware, electronic meeting systems, collaborative
systems, dan group DSS (ini yang kita gunakan). Satu contoh dari implementasi
group DSS ini adalah Total Quality Management (TQM).
3. Executive
Information (atau Support) Systems (EIS atau ESS)
EIS
dikembangkan utamanya untuk: Menyediakan kebutuhan informasi yang diperlukan
oleh pihak Eksekutif. Menyediakan antarmuka yang benar-benar user-friendly untuk
Eksekutif. Mempertemukan berbagai gaya keputusan individu para Eksekutif.
Menyediakan pelacakan dan kontrol yang tepat waktu dan efektif. Menyediakan
akses cepat pada informasi detil yang tersirat di teks, bilangan, atau grafik.
Memfilter, memadatkan, dan melacak data dan informasi yang kritis. Identifikasi
masalah (atau juga kesempatan). EIS bisa juga digunakan pada berbagai jenis
perusahaan dan melayani sejumlah manajer sebagai suatu Enterprise Wide Systems
(EWS).
4. Expert
Systems (ES)
Semakin
tak terstruktur suatu situasi, maka akan solusinya akan lebih spesifik. ES
dibuat untuk menyerupai seorang pakar/ahli. ES adalah paket hardware dan
software yang digunakan sebagai pengambil keputusan dan/atau pemecahan masalah;
yang dapat mencapai level yang setara atau kadang malah melebihi seorang
pakar/ahli, pada satu area masalah yang spesifik dan biasanya lebih sempit. ES
merupakan cabang dari aplikasi Artificial Intelligence (AI). Ide dasarnya
sederhana. Kepakaran ditransfer dari seorang pakar ke komputer. Pengetahuan ini
lalu disimpan disitu dan user dapat meminta saran spesifik yang dibutuhkannya.
Komputer dapat mencari, mengolah dan menampilkan kesimpulan yang spesifik. Dan
seperti seorang pakar, saran tersebut bisa dimanfaatkan oleh orang yang bukan
pakar berikut penjelasannya yang berisi logika penalaran di balik saran itu.
5. Neural
Computing (Artificial Neural Network)
Teknologi
sebelum Artificial Neural Network (ANN) berbasis pada penggunaan data,
informasi, ataupun pengetahuan eksplisit yang tersimpan di komputer dan
memanipulasi mereka menurut kebutuhan. Pada dunia nyata yang begitu kompleks,
mungkin tak bisa didapatkan data, informasi, ataupun pengetahuan secara
eksplisit, sedangkan keputusan harus diambil walaupun kondisinya seperti ini
(informasi yang parsial, tak lengkap, atau pun tak eksak). Perubahan lingkungan
yang terjadi sedemikian cepatnya. Pengambil keputusan menggunakan pengalaman
yang ada untuk mengatasi hal ini; yaitu menggunakan pengalaman yang bersesuaian
dan belajar dari pengalaman itu tentang apa yang harus dikerjakan dengan
situasi yang serupa untuk pengalaman yang tak sesuai. Pada teknologi
sebelumnya, tak ada elemen untuk proses pembelajaran oleh komputer. Teknologi
yang ditujukan untuk mengisi kekurangan ini, disebut dengan Neural Computing
atau ANN. Contohnya adalah pengenalan pola.
Evolusi dari 7 Alat Pengambil Keputusan
Terkomputerisasi
- Transaction Processing Systems
(TPS) 50 an
- Management Information Systems
(MIS) 60 an
- Office Automation Systems (OAS)
70 an
- Decision Support Systems (DSS)
dan Group DSS (GDSS)80
- Expert Systems (ES) 90 an
- Executive Information Systems
(EIS) 90 an
- Artificial Neural Network
(ANN). 91 samapai sekarang
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
DDS merupakan suatu sistem yang memberikan kontribusi terhadap
para manajer untuk memberikan dukungan dalam pengambilan keputusan.
B. Saran
Menyadari
bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih
fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber -
sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan.
Komentar
Posting Komentar